Kamis, 14 November 2013

tugas 2 bunga bank

Pengertian bunga bank


Pengertian bunga bank. Pengertian bunga. Pengertian bunga matahari. Bunga bank adalah. Definisi bunga bank. Bank adalah. Definisi bunga.
Pengertian suku bunga bank. Arti bunga bank. Makalah bunga bank. Apa itu bunga bank. Makalah bank. Fungsi bunga bagi bank. Konsep bunga bank.
Pengertian nasabah. Fungsi bunga bank. Arti bunga. Pengertian bunga tabungan. Makalah tentang bunga bank. Konsep bunga bank saat ini. Sejarah bunga bank.
Bunga dalam bank. Pengertian nasabah bank. Bunga perbankan. Penjelasan bunga. Bunga bank. Tentang bunga bank. Materi bunga.
Pengertian bunga bank menurut para ahli. Pengertian suku bunga. Konsep bunga. Makalah tentang bunga. Penjelasan tentang bunga. Istilah bunga bank. Apa yang dimaksud bunga bank.
Artikel bank indonesia. Pengertian bunga dalam bank. Bunga pada bank. Makalah bunga. Apa yang dimaksud dengan bunga bank. Pengertian bunga uang. Materi bunga bank.
Konsep bunga bank konvensional. Definisi suku bunga bank. Manfaat bunga bank. Penjelasan bunga bank. Maksud bank. Pengertian bunga dalam perbankan. Pengertian dari bunga.
Defenisi bunga. Pengertian bunga pada bank. Pengertian bunga simpanan. Makalah suku bunga bank. Defenisi bunga bank. Pengertian dari bunga bank. Materi tentang bunga.
Tujuan bunga bank. Apakah bunga bank itu. Pengertian bunga dan contohnya. Artikel tentang bunga bank. Pengertian bunga bank adalah. Pengertian suku bunga tabungan. Pengertian suku bunga bank indonesia.
Definisi suku bunga. Konsep perbankan. Pengertian bunga bank konvensional. Arti bunga tabungan. Pengertian suku bunga menurut para ahli. Contoh bunga bank. Materi tentang bunga bank.
Pengertian bunga pada bank konvensional. Konsep bunga dalam bank konvensional. Bunga dalam perbankan. Pengertian bunga tabungan bank. Definisi bunga dan suku bunga. Devinisi bunga bank. Pengertian bank konvensional menurut para ahli.
Makalah bank konvensional. Bunga dalam bank adalah. Pengertian tentang bunga bank. Bunga bank artinya. Pengertian bunga kupon. Penjelasan tentang bunga bank. Manfaat suku bunga.
Pengertian bunga menurut para ahli. Artikel suku bunga bank. Contoh pengertian bunga. Fungsi bunga pada bank. Pengertian bunga perbankan. Apa pengertian bunga bank. 1. pengertian bunga bank.
Arti dari bunga bank.
jenis jenis bunga bank
 1. BUNGA FLAT
Cara perhitungan bunga flat adalah cara yang paling gampang,oleh karena itu banyak digunakan di berbagai instansi keuangan.Sayangnya cara perhitungan seperti ini sangatlah merugikan peminjam uang. Mengapa? Karena bunga dihitung secara rata dari nilai total hutang, tanpa peduli terhadap nilai pokok hutang yang telah dibayarkan. Nantinya kita akan dapat melihat hal ini dari ilustrasi hutang.

Sebagai contoh kasus, misalkan kita hendak meminjam uang dari bank untuk membeli mobil (KKB). Nilai hutang yang hendak kita pinjam adalah Rp. 120.000.000 dengan tingkat suku bunga 6% flat dan tenor 2 tahun.
Cara perhitungannya gampang. Total bunga yang harus kita bayar adalah 6% dikalikan jangka waktu 2 tahun dan dikalikan dengan nilai hutang Rp. 120.000.000.
Total bunga adalah
= Rp. 120.000.000 * 6% * 2
= Rp. 14.400.000.

Total bunga ini ditambahkan dengan nilai hutang akan menjadi total angsuran yang harus kita bayar, yaitu :
= Rp. 120.000.000 + Rp. 14.400.000
= Rp. 134.400.000

Total angsuran ini tinggal kita bagikan ke jumlah periode pembayaran. Karena kita mengangsur hutang secara bulanan, artinya periode pembayaran adalah 2 x 12 = 24 kali. Maka nilai angsuran per bulannya adalah :
= Rp. 134.400.000 / 24
= Rp. 5.600.000

Tabel ilustrasi bunga flat dapat dilihat di bawah ini:
———————————————————–
|Per | Pokok Hutang | Bunga | Angsuran | Sisa Hutang |
———————————————————–
| 0 | | | | 120.000.000 |
| 1 | 120.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 115.000.000 |
| 2 | 115.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 110.000.000 |
| 3 | 110.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 105.000.000 |
| 4 | 105.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 100.000.000 |
| 5 | 100.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 95.000.000 |
| 6 | 95.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 90.000.000 |
| 7 | 90.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 85.000.000 |
| 8 | 85.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 80.000.000 |
| 9 | 80.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 75.000.000 |
| 10 | 75.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 70.000.000 |
| 11 | 70.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 65.000.000 |
| 12 | 65.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 60.000.000 |
| 13 | 60.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 55.000.000 |
| 14 | 55.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 50.000.000 |
| 15 | 50.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 45.000.000 |
| 16 | 45.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 40.000.000 |
| 17 | 40.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 35.000.000 |
| 18 | 35.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 30.000.000 |
| 19 | 30.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 25.000.000 |
| 20 | 25.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 20.000.000 |
| 21 | 20.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 15.000.000 |
| 22 | 15.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 10.000.000 |
| 23 | 10.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 5.000.000 |
| 24 | 5.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | LUNAS |
———————————————————–

Dari tabel ilustrasi diatas kita dapat melihat bahwa bunga yang dibayarkan setiap bulannya selalu bernilai Rp. 600.000. Oleh karena itulah cara perhitungan ini disebut bunga flat, karena nilai bunganya selalu rata.
Kembali ke pernyataan saya pada penjelasan awal bunga flat, mengapa cara perhitungan bunga flat merugikan peminjam uang? Jawabannya bisa dilihat dari tabel ilustrasi diatas.
Setiap bulannya peminjam uang harus membayar angsuran sebesar Rp. 5.600.000. Angsuran ini terdiri dari bunga sebesar Rp. 600.000 dan angsuran pokok sebesar Rp. 5.000.000. Dengan membayar angsuran pokok berarti nilai pokok dari hutang tersebut berkurang sebanyak Rp. 5.000.000 setiap bulannya.
Sayangnya pengurangan nilai pokok hutang tidak disertai dengan pengurangan nilai bunga. Tentunya hal ini akan merugikan peminjam uang di periode-periode berikutnya. Kita dapat perhatikan di dalam tabel bahwa setelah mengangsur setahun, nilai pokok hutang tinggal Rp. 60.000.000 (periode 13).Namun nilai bunganya tetap Rp. 600.000. Bila kita bandingkan nilai pokok pokok hutang terhadap nilai bunga, maka tingkat
suku bunganya menjadi:
= Rp. 600.000 / Rp. 60.000.000
= 10%

Loh, kok tingkat suku bunganya menjadi 10%? Padahal tadi katanya hanya 6%? Nah, perhitungan 6% itu adalah dihitung dari nilai total hutangnya yaitu Rp. 120.000.000. Tidak pedulu berapapun sisa hutang kita. Jadinya kalau sisa hutang kita tinggal sedikit, kita akan rugi sekali karena tingkat suku bunganya menjadi tinggi.
2. BUNGA EFEKTIF
Cara perhitungan bunga efektif lebih fair baik bagi pihak bank maupun bagi pihak peminjam uang. Dengan menggunakan cara perhitungan ini, maka bunga dihitung dari nilai pokok hutang, bukan dari nilai total pinjaman, sehingga nilai bunga semakin lama akan semakin berkurang seiring dengan pembayaran untuk pokok hutang.

Sebagai contoh kasus, misalkan kita hendak meminjam uang dari bank untuk membeli mobil (KKB). Nilai hutang yang hendak kita pinjam adalah Rp. 120.000.000 dengan tingkat suku bunga 11% efektif dan tenor 2 tahun.
Perhatikan bahwa dalam contoh kasus kedua, nilai total hutang dan tenor adalah sama dengan kasus pertama. Tingkat suku bunganya berbeda hampir dua kali lipat. Pada kasus pertama kita tingkat suku bunga adalah 6% flat, sedangkan pada kasus kedua tingkat suku bunga adalah 11% efektif.
Cara perhitungan nilai angsuran untuk bunga efektif terlalu sukar untuk dijelaskan disini. Apabila kita menggunakan rumus PMT pada Excel, seperti yang saya ajarkan dalam ebook “Tips dan Trik Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan Excel”, maka kita akan mendapatkan bahwa nilai angsuran bulanannya adalah Rp. 5.592.941. Nilai angsuran bulanan dalam kasus ini lebih murah Rp. 7.059 dibandingkan kasus sebelumnya.
Berikut adalah tabel ilustrasi untuk kasus kedua:
———————————————————–
|Per | Pokok Hutang | Bunga | Angsuran | Sisa Hutang |
———————————————————–
| 0 | | | | 120.000.000 |
| 1 | 120.000.000 | 1.100.000 | 5.592.941 | 115.507.059 |
| 2 | 115.507.059 | 1.058.815 | 5.592.941 | 110.972.934 |
| 3 | 110.972.934 | 1.017.252 | 5.592.941 | 106.397.245 |
| 4 | 106.397.245 | 975.308 | 5.592.941 | 101.779.612 |
| 5 | 101.779.612 | 932.980 | 5.592.941 | 97.119.652 |
| 6 | 97.119.652 | 890.263 | 5.592.941 | 92.416.974 |
| 7 | 92.416.974 | 847.156 | 5.592.941 | 87.671.189 |
| 8 | 87.671.189 | 803.653 | 5.592.941 | 82.881.901 |
| 9 | 82.881.901 | 759.751 | 5.592.941 | 78.048.712 |
| 10 | 78.048.712 | 715.447 | 5.592.941 | 73.171.218 |
| 11 | 73.171.218 | 670.736 | 5.592.941 | 68.249.013 |
| 12 | 68.249.013 | 625.616 | 5.592.941 | 63.281.688 |
| 13 | 63.281.688 | 580.082 | 5.592.941 | 58.268.830 |
| 14 | 58.268.830 | 534.131 | 5.592.941 | 53.210.020 |
| 15 | 53.210.020 | 487.759 | 5.592.941 | 48.104.838 |
| 16 | 48.104.838 | 440.961 | 5.592.941 | 42.952.859 |
| 17 | 42.952.859 | 393.735 | 5.592.941 | 37.753.653 |
| 18 | 37.753.653 | 346.075 | 5.592.941 | 32.506.787 |
| 19 | 32.506.787 | 297.979 | 5.592.941 | 27.211.826 |
| 20 | 27.211.826 | 249.442 | 5.592.941 | 21.868.327 |
| 21 | 21.868.327 | 200.460 | 5.592.941 | 16.475.846 |
| 22 | 16.475.846 | 151.029 | 5.592.941 | 11.033.934 |
| 23 | 11.033.934 | 101.144 | 5.592.941 | 5.542.138 |
| 24 | 5.542.138 | 50.803 | 5.592.941 | LUNAS |
———————————————————–

Dari tabel diatas kita dapat melihat bahwa bunga semakin lama akan semakin kecil, karena bunga dihitung dari nilai pokok hutang yang semakin dibayar akan menjadi semakin kecil.
Dengan cara perhitungan seperti ini, biasanya hutang menjadi lebih fleksibel dalam arti misalkan saja dalam suatu saat sebelum periode 24 bulan tersebut berakhir, ternyata peminjam uang memiliki uang lebih (misalkan saja mendapatkan bonus atau THR) dan ingin membayar angsuran lebih besar daripada angsuran bulanan Rp 5.592.941, biasanya bank akan memperbolehkan hal tersebut.
Peminjam uang bahkan diperbolehkan untuk langsung melunasi hutang. Misalkan saja pada periode 16, peminjam uang hendak melunasi hutangnya, maka peminjam uang dapat membayar sebesar pokok hutang ditambahkan bunga pada periode tersebut:
= Rp. 48.104.838 + Rp. 440.961
= Rp. 48.545.799

Lain halnya dengan cara perhitungan tingkat suku bunga flat, bank tidak akan mengijinkan pembayaran angsuran yang berbeda dari tabel ilustrasi, karena keuntungan yang akan didapat oleh pihak bank justru berada di periode belakang.
Dalam analisa lebih lanjut, apabila kita menjumlahkan total bunga dari kedua puluh empat periode dalam tabel ilustrasi diatas, maka kita akan mendapatkan nilai total bunga sebesar Rp. 14.230.574. Nilai yang hampir sama dengan nilai total bunga flat dalam kasus pertama, yaitu Rp. 14.400.000.
Hal ini menunjukkan bahwa dari kedua kasus dengan nilai total hutang yang sama-sama Rp. 120.000.000,- dan tenor yang sama-sama 2 tahun, tingkat suku bunga flat 6% akan menghasilkan bunga yang sama dengan tingkat suku bunga efektif 11%.
Artinya? Kembali lagi ke pertanyaan pertama dari artikel ini. Apabila Anda ditawarkan hutang dengan tingkat suku bunga 6%, apakah bunga ini murah atau mahal? Jawabannya adalah tergantung apakah suku bunga itu flat, atau efektif. Bila ternyata suku bunga 6% flat, artinya MAHAL. Sedangkan suku bunga 6% efektif, artinya MURAH.
Tingkat suku bunga yang beredar di pasaran saat ini (Mei 2011) adalah sekitar 5-6% untuk bunga flat dan 10-12% untuk bunga efektif. Tentunya bila Anda bisa mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih murah daripada pasaran akan semakin bagus.
Sekian dulu pembahasan finansial dalam kesempatan kali ini. Semoga penjelasan ini dapat lebih membuka wawasan kita mengenai hutang.
sumber:
 Http://carapedia.com/pengertian_definisi_bunga_bank_info2122.html. Yg di maksud bunga bank. Pengertian customer bank. Penertian bunga. Bank konvensional definisi. Keuangan dan bunga bank.
Pengertian bunga tetap. Definisi nasabah bank. 
http://nikkiditaharyanti.blogspot.com/2013/01/bunga-bank.html 

http://enostampang.com/2011/06/04/pengertian-tentang-bunga-flat-efektif-fix-dan-floating/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar